Assalamualaikum Wr.Wb
Tak terasa besok adalah awal yang baru bagi mahasiswa semester genap, dan biasanya saya mempersiapkan diri untuk hari pertama kuliah. Ada yang sedikit yang berbeda, kali ini saya menginjak semester ke delapan. Tandanya saya berada di tingkat empat dan sudah tidak ada lagi masa perkuliahan. Sekarang tinggal saya sendiri yang harus mengatur, kegiatan yang akan dilakukan dan program penulisan skripsi.
Pada awal-awal kuliah saya telah banyak menjudge bahwa disini begini begini begini, dan ternyata sebagian judgement saya ada yang benar dan tidak sepenuhnya salah. Tetapi satu hal yang harus digaris bawahi bahwa tidak sepatutnya kita menjudge sesuatu sebelum kita mengetahui hal tersebut secara mendalam. Demikian pula hal itu terjadi kepada saya, buktinya sekarang saya sudah terbiasa dengan suasana kuliah, dengan lingkungan sekitar dan orang-orang dalam berinteraksi. Ya, semua memang butuh adaptasi.
Kali ini saya sedang berada pada puncak di mana seorang mahasiswa tingkat akhir disibukkan dengan tugas akhir atau skripsi. Banyak sekali cerita-cerita dari senior dari mulai yang manis hingga yang pahit dalam perjalanan menulis skripsi. Sebenarnya saya sudah berada di tengah-tengah perjalanan, karena perjalanan di mulai sekitar Bulan Oktober 2015 di mana saya mendapatkan pembimbing skripsi. Dari sana lah cerita tentang suka dukanya skripsi di mulai. Sebenarnya saya ingin bercerita banyak tentang hal itu. Tetapi setelah kemarin mendengarkan ceramah siang hari di Kementerian Keuangan salah satu amanat dari penceramah yang saya ingat adalah "Janganlah menceritakan kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan itu berawal dari kesulitan" kurang lebih seperti itu amanatnya. Jadi saya akan menceritakan kesulitannya setelah semua kemudahan yang saya dapatkan nanti akan segera terasa.
Mohon doanya saja untuk saya agar dapat menyusun skripsi dengan baik dan saya bermaksud mengaktifkan kembali blog ini. Semoga bisa yaa. Aamiin,
Wassalamualaikum. Salam hangat dari Lita :)